Tes Tabrak Volvo C30 Listrik, Beginilah Seharusnya Mobil Lisrik yang Aman

January 15th, 2011

Tes Tabrak Volvo C30 Listrik 150x150 Tes Tabrak Volvo C30 Listrik, Beginilah Seharusnya Mobil Lisrik yang AmanTidak hanya sekedar membuat mobil listrik, Volvo, merek mobil yang terkenal mengutamakan kemanan juga ingin membuat mobil listrik yang benar-benar aman.Untuk itu Volvo menguji salah satu produknya, C30 versi listrik untuk menjalani tes-tabrak (crash-test) depan dengan kecepatan 64 km/jam. .

“Hasil tes menunjukkan, penting sekali memisahkan baterai dari daerah remukan (crumple-zone) agar tingkat keamanan meningkat. Di Detroit, kami adalah produsen mobil pertama yang melakukan uji keamanan mobil listrik sesungguhnya saat bertabrakan pada kecepatan tinggi,” kata Presiden dan CEO Volvo Car, Stefan Jacoby.

Seperti produsen lain, Volvo harus mulai pula beralih ke mobil listrik karena efisiensinya yang sangat tinggi dan tidak menimbulkan polusi.

Motor listrik yang digunakan untuk menggerakkan mobil mempunyai empat kali tingkat efisiensi dibandingkan mobil dengan mesin bakar (bensin dan diesel).

Namun lebih dari itu, Volvo ingin membuat mobil listrik yang efisien dan juga aman.

 C30 Listrik dites tabrak ketika baterai terisi penuh. Metode tabrakannya disebut offset collision dengan 40 persen bagian depan menghantam penghalang pada kecepatan 64 km/jam.

“Hasil tes ternyata sesuai dengan harapan. C30 Listrik tingkat keamanannya sama dengan C30 bermesin bensin atau diesel. Baterai dan kabel, bagian dari sistem kelistrikan, tetap terpasang (tersambung) setelah tabrakan,” kata Jan Ivansson, Senior Manager Safety Strategy and Reguirements Volvo Cars.

Struktur mobil listrik berbeda dengan versi konvensional. Misalnya, C30 Listrik memiliki bobot baterai sekitar 300 kg sehingga memerlukan pembungkus dan tempat khusus.

Volvo memisahkan baterai lithium-ion dari bagian remuk kendaraan. Baterai juga dipisahkan dari ruang penumpang. Pendekatan ini mirip dengan peletakan tangki bahan bakar pada mobil konvensional.

C30 listrik juga dilengkapi dengan sensor tabrakan yang menggontrol sekring. Listrik dari baterai bisa diputus dalam waktu 50 milidetik, sama cepat dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kantung udara (airbag).

Sekring yang langsung putus digunakan untuk mencegah hubungan pendek yang dapat membahayakan penumpang atau membuat mobil terbakar.

Struktur depan C30 diperkuat untuk menyerap energi tabrakan karena adanya tambahan bobot baterai.[]